Suatu malam tanggal 06 April 2016 saya menonton acara
kompetisi menyanyi di Cina lalu saya terinspirasi untuk membuat lagu rohani
sekaligus melawan kebosanan saya juga. Mulailah saya menulis lagu pada malam
itu. Dan puji Tuhan saya langsung dapat membuat 2 buah lirik lagu yang saya beri
judul “Yesus Penyembuhku” dan “Jangan Kamu Kuatir”.
Oia, selama saya menjalani
perawatan saya juga di temani oleh anggota SOS
(Sahabat Orang Sakit) yang kebanyakan dari mereka penginjil dan pendeta bahkan
Gembala Sidang. Mereka ini dihubungi oleh kakak saya melalui teman di
gerejanya. Setiap hari saya dimotivasi dan di doakan di sana ,
bahkan mereka mengunjungi tempat penginapan saya untuk mengobrol melepas
kebosanan. Bukti bahwa TUHAN selalu menyertai saya. Terima kasih Bpk Ibu SOS ,
Tuhan memperhitungkan jerih lelah mu dan akan memberkati mu.
Pada saat saya berada di ruang
tunggu untuk menjalankan radioterapi yang ke-10 (kalau tidak salah ingat) istri
saya mengatakan kalau ada orang yang menstransfer sejumlah dana untuk saya.
Mereka adalah orang gereja saya dan teman-teman lama yang sudah tidak pernah
ketemu lagi ketika saat di remaja gereja. Betapa terkejut dan terharunya saya,
mereka masih mengingat dan mau mendukung saya melalui uang mereka padahal sudah
tidak pernah ketemu dan mereka masih muda-muda. SALUTTT!!!! Tuhan yang akan
membalas kebaikan dengan memberkati kalian. Saya berpikir untuk membuat sebuah
lagu untuk mereka. Dan saya pun membuatnya dengan judul “Terimakasih
Sahabatku”. Lagu ini pun juga ingin saya tujukan kepada orang-orang yang peduli
terhadap saya.
Akhirnya sampailah saya pada hari
terakhir radioterapi tapi perjuangan belum selesai, masih ada kemoterapi yang
harus di lewati. Saya masih tidak bisa bicara dan makan, hanya minum susu
terus. Tiap malam harus bangun untuk minum air karena tenggorokan kering. Untuk
kemoterapi saya jadwalnya 3 minggu sekali jadinya saya pulang pergi. Sampai
pada jadwal kemoterapi yang terakhir ke-6, saya sudah tidak mau lagi menjalani
karena saya capek hati dan tubuh. Saya pasrah menerima akibatnya.
Malamnya saya berdoa, Roh Kudus
menguatkan saya…sudah 5x kemoterapi dijalani dan hanya tinggal 1x lagi…semangat
untuk sembuh total. Saya menangis dan meminta Tuhan memberi kekuatan kepada
saya menjalani kemo yang terakhir. Akhirnya saya menjalani kemo yang terakhir.
Ternyata Tuhan menjawab doa saya, saya
merasa tidak sakit saat suster menusukkan jarum suntik ke lengan saya untuk
ambil darah….fiuuuhhhh…. masih ada 1 lagi, jarum suntik kemo. Setelah hasil
dilihat oleh dokter dan tidak ada masalah, saya diperbolehkan untuk kemo.
Dokter pun mengatakan jadwal selanjutnya adalah MRI
untuk melihat apakah kanker saya sudah hilang atau belum.
Masuk ke ruangan kemo, pilih
bangku, dan suster pun datang mempersiapkan jarum suntik infuse. “tarik nafas
ya pak…1,2,3….” kata suster. Ternyata tidak sakit….fiiuuhhh…. karena sebelumnya
saya sempat ditusuk 2x akibat “salurannya” tidak pas (membuat saya trauma
sampai saya muntah). Dan juga selama kemo saya tertidur sama ketika saat
pertama kali kemo sehingga hari cepat berlalu. Thank You God.
Perasaan haru, lega, bahagia
kurasakan saat jarum infuse kemo dicabut dari tanganku. IT’S DONE!! Selesai
semua perawatanku selama ini. Puji Tuhan. Dan saya pun bbm ke istri saya
mengatakan kalau saya sangat bahagia sekali telah selesai menjalani perawatan
ini. Dan dia pun turut bahagia. Sesampainya di rumah, kami sekeluarga berdoa
mengucap syukur atas berkat dan anugerah yang telah Tuhan berikan kepada saya
dan keluarga.
Tanggal 29 Agustus 2016 pergi ke
rumah sakit untuk MRI dan roentgen. Duhhh
Tuhan semoga hasilnya baik. Sambil menunggu hasilnya saya dan papa pergi makan
siang lalu kembali ke rumah sakit mengambil hasilnya dan membawanya ke dokter.
Thanks God again. Hasilnya baik, kanker saya dinyatakan sudah hilang tapi masih
ada “otot2” kecil dileher kiri yang menurut dokter akan hilang dengan
sendirinya seiring berjalannya waktu dan juga masih ada cairan di pipi kiri
saya dan telinga. Saya diberi obat semprot hidung oleh dokter THT
untuk mengobati cairan di hidung saya. Puji Tuhan saya bisa melayani Tuhan lagi….bersaksi bagi kemuliaan-Nya
Banyak sekali pelajaran, berkat, air mata yang
tercurah dengan kejadian ini.
Apapun yang terjadi, tetap andalkan Tuhan.
Tuhan Yesus kita lebih besar dari masalah kita.
Percaya, percaya dan terus percaya. Tuhan senantiasa mengarahkan jalan anak-anakNya
agar kita dibentuk menjadi bejana yang indah. Dan yakin Tuhan mampu memulihkan
segala sesuatunya.
Dia ubah ratapku jadi
tarian…sukacitaku penuh…HALELUYAA….
“Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan
bulan yang tidak surut, sebab Tuhan akan menjadi penerang abadi bagimu,dan
hari-hari perkabunganmu akan berakhir.” ~ Yesaya 60 : 20
Terima kasih sudah mau membaca
blog saya ini, kiranya menjadi berkat dan nama Tuhan di permuliakan. Amin.
Saya juga mengucap syukur kepada
Tuhan untuk :
- Papa yang telah memberikan
seluruh waktu dan tenaganya buat saya.
- Mama yang selalu mendoakan saya
- Papa Mama mertua yang selalu
mendoakan dan memberikan perhatian
- Istriku Yuliea Hakim atas doa,
motivasi dan tenaganya
- Anak-anak ku yang setia
mendoakan
- Ko Paulus & ci Fung
- Ellis dan Kurniawan
- Tante ku: Ranna Widjaja dan Fany Suriwang
- Dr. Sugento, Dr. Desy, Dr.
Tomo, Dr. Yunieta
- Ko Aku dan Ci Achiang
- Ko Aku dan Ci Achiang
- Fredo dan Lanny
- GJKI family : Pdm. Wiwiek, Pdt. Pribadi, Pdt. Anton dan bu Sianna, Ev. Misray, pak Budi, pak
Iwan, Riko, James, Jimmy, dll
- SOS
team: Pdt. Liana, Pdt. Paulus, Ev. Suripto, dll
- Pdt. Andreas (GPAI Batu Tulis)
- Ex Remaja GJKI : Fendy, Rendy, Samuel, Econ, Daniel Amos, Dewi, Ira, Dwynn, Merlin, Hanna, Felicia
- Saudara, teman2 dan yang lainnya yang mungkin terlewatkan
kiranya Tuhan memberkati kalian semua
Bagi semua teman-teman penderita Kanker, jangan putus asa dan tetap semangat. Tidak ada penyakit yang tidak dapat Tuhan sembuhkan. Dia Yesus yang dahulu menyembuhkan banyak orang dengan penyakit apapun dan Dia juga yang akan menyembuhkanmu!!
Percaya saja!!!